RSS

Rabu, 24 Maret 2010

Kenapa Tiba-tiba Pingsan?


Jakarta, Beberapa orang mungkin mengalami gejala pusing ketika duduk atau berdiri, mual, keringat dingin dan kulit pucat sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Kenapa tubuh bisa tiba-tiba menjadi pingsan?

Pingsan adalah salah satu mekanisme pertahanan alami dari tubuh. Hal ini biasanya terjadi ketika pasokan darah dan oksigen sangat rendah di dalam otak. Karena ini, fungsi otak akan terhambat dan juga akan berpengaruh pada organ-organ lain di tubuh.

Pada banyak kejadian, pingsan adalah cara tubuh menghadapi situasi yang mengerikan sebagai usaha terakhir untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi dalam tubuh.

Dalam bahasa sehari-hari, pingsan didefinisikan sebagai kondisi di mana orang kehilangan kesadaran. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor.

Dalam beberapa kasus, pingsan tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Namun, bukan berarti hal itu bisa dianggap enteng.

Seperti dilansir dari buzzle, Rabu (24/3/2010), ada beberapa penyebab dan cara-cara menghadapi pingsan, yaitu:

1. Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami perasaan pusing ketika berdiri.

2. Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.

3. Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang menyebabkan pingsan.

4. Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.

5. Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga dapat menyebabkan seseorang pingsan.

6. Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi dimana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tiba-tiba mendengar berita buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.

7. Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.

8. Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus dosis yang terabaikan. Dalam kasus tersebut, gula darah cenderung tiba-tiba jatuh, dan membuat orang menjadi shock insulin.

9. Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku, mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.

10. Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.

11. Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap beberapa obat atau pengobatan.

Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit pucat sebelum mereka akan pingsan.

Beberapa orang juga mengalami gejala pingsan seperti pandangan kabur, visual dari bintik-bintik di depan mata dan pupil melebar, dan denyut nadi rendah dari 60 ketukan/menit.

Dalam beberapa kasus, gejala pingsan pada orang dewasa seperti tinja berwarna hitam, menstruasi berat, muntah, diare dan demam.

Bisa juga gejalanya seperti palpitasi (detak jantung cepat dan tidak beraturan), nyeri dada, sesak napas, denyut nadi lemah dan tidak normal, sakit kepala, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, bicara kacau dan penglihatan ganda.

Inkontinensia, kebingungan, tinitus (dering atau sensasi meledak di salah satu atau kedua telinga), menggigit lidah, dan kejang berkelanjutan adalah beberapa faktor yang terjadi sebelum pingsan.

Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah:
1. Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat seperti parfum atau minyak kayu putih.
2. Buat kepalanya lebih tinggi dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak
3. Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa lancar kembali.
4. Jika sudah sadar beri air minum.

Tapi jika seseorang merasa akan pingsan bisa dengan membaringkan tubuhnya dan mengangkat kaki ke atas. Ini akan membantu menjaga darah yang mengalir ke otak sehingga mencegahnya pingsan.

Bisa juga dengan menyuruhnya duduk dan meletakkan kepala di antara lutut yang untuk beberapa kasus bisa membantu. Jika dehidrasi penyebab pingsan maka memasukkan banyak cairan paling bermanfaat untuk dilakukan.

Tapi jika sudah dalam kondisi pingsan sebaiknya minta bantuan medis. Jika penyebab tidak cukup serius, umumnya tidak ada pengobatan yang diperlukan.

Namun, pada kasus-kasus yang terus berulang dapat dibantu dengan bantuan obat-obatan. Dokter mungkin meresepkan obat tekanan darah, antidepresan, pembuluh darah dan penggunaan terapi tertentu.

0 komentar:

Poskan Komentar